NILAI/PREDIKAT SAKIP PEMERINTAH DAERAH
i Metadata Indikator
Satuan
Nilai
Kode DSSD
6
Urusan / Bidang
SEKRETARIAT DAERAH
OPD Penghasil
SEKRETARIAT DAERAH
Kode Unit Kerja
4.1.0.0.0.0.01.4.1.01.2.13
Definisi & Metodologi
Klasifikasi
Kabupaten
Konsep
SAKIP adalah akronim dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Definisi
Nilai SAKIP adalah hasil penilaian atas implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Nilai SAKIP menunjukkan seberapa baik kinerja sebuah instansi pemerintah dalam mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan
Cara Interpretasi
Nilai SAKIP dibagi menjadi beberapa kategori, yaitu: 1. AA untuk bobot 100 (Jika kualitas seluruh kriteria telah terpenuhi 100% dan terdapat upaya inovatif serta layak menjadi percontohan secara nasional) 2. A untuk bobot nilai 90 (Jika kualitas seluruh kriteria telah terpenuhi 100% dan terdapat beberapa yang bisa dihargai dari pemenuhan kriteria tersebut) 3. BB untuk bobot nilai 80 (Jika kualitas seluruh kriteria telah terpenuhi 100% sesuai dengan mandat kebijakan) 4. B untuk bobot nilai 70 (Jika kualitas sebagian besar kriteria telah terpenuhi >75-100%) 5. CC untuk bobot 60 (Jika kualitas sebagian besar kriteria telah terpenuhi >50%-75%) 6. C untuk bobot nilai 50 (Jika kualitas sebagian kecil kriteria telah terpenuhi 25%-50%) 7. D untuk bobot nilai 30 (Jika kriteria penilaian akuntabilitas kinerja telah mulai dipenuhi >0%-25%) 8. E untuk bobot nilai 0% (Jika sama sekali tidak ada upaya dalam pemenuhan kriteria penilaian akuntabilitas kinerja
Metode Pengumpulan
1. AA (Sangat Memuaskan) jika Telah terwujud Good Governance. Seluruh kinerja dikelola dengan sangat memuaskan di seluruh unit kerja. Telah terbentuk pemerintah yang dinamis, adaptif, dan efisien (reform). Pengukuran Kinerja telah dilakukan sampai kepada level individu 2. A (Memuaskan) jika Terdapat gambaran bahwa instansi pemerintah/unit kerja dapat memimpin perubahan dalam mewujudkan pemerintahan beriorientasi hasil, karena pengukuran kinerja telah dilakukan sampai ke level eselon 4/pengawas/subkoordinator 3. BB (Sangat Baik) Terdapat gambaran bahwa AKIP sangat baik pada 2/3 unit kerja, baik itu unit kerja utama maupun unit kerja pendukung. Akuntabilitas yang sangat baik ditandai dengan mulai terwujudnya efisiensi penggunaan anggaran dalam mencapai kinerja, memiliki sistem manajemen kinerja yang andal dan berbasis teknologi informasi, serta pengukurnan kinerja telah dilakukan sampai pada level eselon 3/koordinator 4. B (Baik) Terdapat gambaran bahwa AKIP sudah baik pada 1/3 unit kerja, khususnya pada unit kerja utama. Terlihat masih perlu adanya sedikit perbaikan pada unit kerja, serta komitmen dalam manajemen kinerja. Pengukuran Kinerja baru dilakukan sampai dengan level eselon II/unit kerja 5. CC (Memadai) Terdapat gambaran bahwa AKIP sudah cukup baik. Namun demikian, masih perlu banyak perbaikan walaupun tidak mendasar khsusunya akuntabilitas kinerja pada unit kerja 6. C (Kuirang) SIstem dan tatanan dalam AKIP kurang dapat diandalkan. Belum terimplementasi sistem manajemen kinerja sehingga masih perlu banyak perbaikan mendasar di level pusat 7. D (Sangat Kurang) Sistem dan tatanan dalam AKIP sama sekali tidak dapat diandalkan. Sama sekali belum terdapat penerapan manajemen kinerja sehingga masih perlu banyak perbaikan/perubahan yang sifatnya sangat mendasar, khususnya dalam implementasi AKIP
Ukuran / Rumus
Penjumlahan
Catatan Lainnya
1
Grafik Capaian Per Tahun
2020 โ 2026 ยท Satuan: Nilai
Data Capaian Per Tahun
| Tahun | Capaian |
|---|---|
| 2026 | โ |
| 2025 | โ |
| 2024 | โ |
| 2023 | โ |
| 2022 | โ |
| 2021 | โ |
| 2020 | โ |